Pendidikan - Guna mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kolaborasi antar elemen masyarakat, Forum Lintas Organisasi Masyarakat (Formasa) se-Kota Surakarta, Sabtu siang (24/10/26) menggelar pertemuan akbar di Gedung Pegadaian, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri setidaknya 67 organisasi masyarakat (ormas) se-Kota Surakarta, serta turut hadir juga Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani beserta Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Republik Indonesia, Budiman Sudjatmiko.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyambut positif inisiatif Formasa. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat sipil.
"Saya sangat senang ketika Pemerintah Kota Solo bisa bersinergi secara langsung dengan ormas-ormas dalam menjalankan berbagai program pembangunan," ujar Astrid.
Sementara itu Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko berharap, Formasa dapat mengambil peran aktif dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah pusat maupun daerah, khususnya dalam mengakselerasi program pengentasan kemiskinan di tingkat lokal.
Sebagai salah satu anggota Formasa yang bergerak di bidang pendidikan nonformal, PKBM Syifa turut menegaskan pentingnya keterlibatan lembaga pendidikan dalam forum kemasyarakatan tersebut.
Praktisi PKBM Syifa, Sudrajat Kentas Pribadi menjelaskan bahwa, menjalin silaturahmi dan aktif di dalam forum ormas memberikan dampak serta keuntungan strategis yang sangat besar bagi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Menurutnya, keberadaan PKBM sebagai lembaga pendidikan berbasis masyarakat sangat bergantung pada hubungan sosial dan kolaborasi lokal.
Ia menyampakan sejumlah pandangan positif dan keuntungan strategis yang diperoleh PKBM melalui jejaring Formasa antara lain penguatan jaringan dan citra lembaga. Kehadiran aktif PKBM Syifa dalam forum ormas membangun reputasi positif sebagai lembaga yang inklusif, aktif, dan peduli terhadap isu-isu sosial di Kota Solo.
PKBM juga dapat lebih cepat memperoleh informasi terkait kebijakan pemkot, program bantuan sosial, dana hibah, maupun kegiatan kemasyarakatan yang dapat dikolaborasikan.
Hubungan harmonis antar ormas menciptakan ekosistem pendukung yang kuat. Apabila timbul kendala di lapangan, pemecahan masalah dapat dilakukan secara kekeluargaan melalui jalur silaturahmi.
Banyak ormas memiliki unit usaha di bidang kerajinan, kuliner, pertanian kota, hingga UMKM. Dengan demikian PKBM dapat menggandeng pelaku usaha dari ormas tersebut sebagai pembimbing, tamu maupun tempat magang bagi peserta didik program kesetaraan dan keterampilan.
Melalui jejaring ormas yang luas, PKBM lebih mudah mengidentifikasi dan mengajak masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan Paket A, B, C, maupun kursus keterampilan yang sebelumnya sulit terjangkau.
Sinergi tersebut imbuh Sudrajat memungkinkan terselenggaranya kegiatan bersama (joint event) seperti pelatihan wirausaha gratis, gerakan literasi, dan bakti sosial.
‘Selain itu, jaringan ormas membantu bisa membantu penyaluran lulusan PKBM untuk bekerja di unit usaha anggota forum atau mendapatkan akses permodalan dan pemasaran usaha mandiri.’ Jelasnya
Melalui pertemuan tersebut Formasa diharapkan semakin kokoh menjadi wadah pemersatu sekaligus motor penggerak kolaborasi sosial, pendidikan, dan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat Kota Surakarta.
Tok
