UNDHA AUB Surakarta Gandeng DPN PPDI Jajaki Kerjasama Buka Akses Pendidikan Tinggi untuk Perangkat Desa

Penyerahan draf MoU kerjasana dari Undha AUB Surakarta kepada Ketua Umum DPN PPDI di Wonogiri, Selasa (06/10)

 

SURAKARTA — Universitas Dharma AUB (UNDHA AUB) Surakarta menggandeng Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia (DPN PPDI) untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di kawasan pedesaan. (06/10/26)

Kerja sama ini diwujudkan melalui penyediaan akses perkuliahan jenjang Sarjana (S-1), Magister (S-2), hingga Doktor (S-3) bagi perangkat desa dan masyarakat desa secara luas.

Penjajakan kerja sama tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Yayasan UNDHA AUB Surakarta, Dr. Anggoro Panji Nugroho, S.E., M.M., bersama Galih Wisnu Wardhana, S.E., M.M., serta Penasehat Strategis Bidang Kerja Sama, Edi, S.M.

Guna menjangkau warga desa di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Program pendidikan ini dirancang fleksibel melalui sistem pembelajaran hybrid, maupun tatap muka (classroom).

Dr. Anggoro Panji Nugroho menegaskan bahwa pemerataan pendidikan tinggi hingga ke pelosok desa merupakan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan mewujudkan kemandirian kawasan.

Menurutnya, potensi besar desa di sektor pertanian, pangan, pariwisata, hingga UMKM harus dikelola dengan kapasitas SDM yang relevan terhadap perkembangan teknologi modern berbasis data.

"Pengelolaan potensi lokal tidak lagi bergantung pada cara-cara tradisional yang terbatas, melainkan bertransformasi menjadi lebih modern, efektif, dan berkelanjutan. Namun, kemajuan pengetahuan dan teknologi tetap harus menjaga dan memelihara nilai budaya, kearifan lokal, serta ekosistem alam pedesaan," ujar Anggoro.

Sejalan dengan hal tersebut, Edi, S.M., yang juga bertugas di Sekretariat Jenderal Wakil Menteri Desa, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM ini menjadi kunci dalam modernisasi pertanian melalui penerapan smart farming, mekanisasi, serta efisiensi rantai pasok digital untuk memangkas peran tengkulak.

Selain itu SDM terdidik diharapkan mampu memperkuat program smart village, mengelola pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), serta membuka lapangan kerja baru di sektor ekonomi kreatif.

Sementara itu, Ketua Umum DPN PPDI, Widi Hartono, menyambut positif inisiatif kolaborasi ini.

Ia menilai kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada perbaikan manajemen administrasi dan tata kelola pembangunan desa, tetapi juga meningkatkan kompetensi perangkat desa di tingkat lokal maupun nasional.

"Pendidikan tinggi bagi warga desa bukan hanya investasi individu, melainkan fondasi utama membangun desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi. Kami berharap skema biaya perkuliahan nantinya terjangkau sehingga tidak membebani perekonomian keluarga para perangkat desa yang ingin melanjutkan studi," kata Widi. 

Melalui kolaborasi antara UNDHA AUB Surakarta dan DPN PPDI optimistis pemanfaatan teknologi dan penguatan kapasitas SDM di tingkat desa mampu mendorong terwujudnya swasembada pangan serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Djko